Sistem Koordinat
Cartesius
1.
Sistem Koordinat Cartesius Dua
Dimensi
Representasi
titik pada gambar 10
menjadi dasar pembuatan sistem koordinat Cartesius seperti dijelaskan pada
subbab 1.1. Garis X¢X
dan Y¢Y
masing-masing disebut sumbu x dan sumbu y dengan titik acuan (pangkal) di O.
Panjang OA = a menyatakan absis (absisca)
titik P. Panjang AP = OB = b menyatakan ordinat (ordinate) titik P. Koordinat titik P dinyatakan oleh pasangan
berurutan (a, b). Titik pangkal O biasanya dinyatakan oleh koordinat (0, 0).
Jika
sudut XOY merupakan sudut siku-siku (right
angle) maka sistem koordinat tersebut dinamakan sistem koordinat persegi
panjang (rectangular coordinates)
atau koordinat siku-siku atau koordinat Cartesius. Sistem koordinat persegi
panjang terbagi menjadi empat daerah yang disebut kuadran yaitu kuadran I
dibatasi oleh sudut XOY, kuadran II dibatasi oleh sudut YOX¢, kuadran III
dibatasi oleh sudut X¢OY¢, dan kuadran
IV dibatasi oleh sudut Y¢OX.
Sinar OX dan OY masing-masing terdiri atas bilangan-bilangan riil positif.
Sinar OX¢
dan OY¢
terdiri atas bilangan-bilangan riil negatif. Sehingga himpunan titik-titik pada
masing-masing kuadran dapat dinyatakan seperti dalam tabel berikut.
Koordinat (x, y)
|
Kuadran I
|
Kuadran II
|
Kuadran III
|
Kuadran IV
|
Absis
|
x > 0
|
x < 0
|
x < 0
|
x > 0
|
Ordinat
|
y > 0
|
y > 0
|
y < 0
|
y < 0
|
Jika
diketahui koordinat titik-titik maka jarak antara dua titik dapat ditentukan
sebagai berikut. Misalkan koordinat titik A(x1, y1) dan
B(x2, y2) maka dapat dibuat sebuah segitiga siku-siku ABC
dengan titik C(x2, y1) seperti pada gambar di samping.
Maka jarak titik A dan B yaitu
Contoh
1
Ditentukan
koordinat titik A(1, 2), B(-3, 4), C(-3, -1), D(1, -1) maka keempat titik
tersebut dapat digambarkan pada Sistem Koordinat Cartesius sebagai berikut.
Gambar 12. Contoh penyajian titik-titik pada sistem koordinat Cartesius
Pertanyaan
2 - 1 : Jika
titik-titik tersebut dihubungkan dengan ruas garis maka diperoleh sebuah
segiempat CDAB, hitunglah luas dan keliling segiempat tersebut.
Penyelesaian
Diketahui
: Segiempat
CDAB dengan koordinat A(1, 2), B(-3, 4), C(-3, -1), D(1, -1)
Ditanyakan : Luas
CDAB = …………satuan luas
Keliling CDAB =
…………satuan panjang
Identifikasi
masalah : Untuk memudahkan penyelesaian, perlu didentifikasi bentuk
CDAB yaitu dengan cara menghubungkan semua titik sudut sehingga diperoleh
bentuk di samping. Identifikasi bentuk menunjukkan bahwa CDAB merupakan sebuah
trapesium siku-siku. Masalah luas dan keliling dapat
diselesaikan apabila panjang sisi CDAB diketahui. Sisi CDAB yaitu ruas garis
CD, DA, AB, dan BC. Panjang tiap ruas garis dapat ditentukan dengan menggunakan
rumus jarak antara dua titik. Keliling CDAB adalah jumlah panjang semua sisi
CDAB sehingga dirumuskan :
Luas ditentukan dengan
menggunakan rumus luas trapesium yaitu setengah dari tinggi trapesium dikali
jumlah panjang sisi-sisi sejajar sehingga dirumuskan :
Langkah
Penyelesaian :
Langkah
1) Menentukan panjang tiap sisi CDAB
Langkah 2)
Menentukan keliling CDAB
Langkah 3)
Menentukan luas CDAB
Jadi luas segiempat
CDAB yaitu 16 satuan luas dan keliling CDAB sekitar 17,47 satuan
panjang
2. Sistem Koordinat Cartesius Dua Dimensi
Patokan mula yang diambil dalam
koordinat cartesius tiga dimensi adalah tiga garis lurus yang saling tegak
lurus yang dinamakan sumbu x, sumbu y, dan sumbu z. Sumbu z diambil vertikal
dengan arah ke atas dinyatakan sebagai arah positif dan ke bawah sebagai arah
negatif. Sumbu y diambil horizontal
dengan arah ke kanan dinyatakan sebagai arah positif dan ke kiri sebagai arah
negatif. Sumbu z dan sumbu y terletak pada kertas kita , sdangkan sumbu x tegak
lurus pada kertas kita dan melalui titik potong sumbu y dan z.
Ketiga sumbu x, y, dan z membentuk
tiga bidang, yaitu bidang xy, yz, dan xz. Ketiga bidang ini membagi ruang
menjadi delapa oktan, yaitu oktan I, II, III, IV, V, VI, VII, dan VIII. Oktan-
oktan I, II, III, dan IV berada diatas bidang xy, sedangkan oktan V, VI, VII,
dan VIII berada dibawah sumbu xy.
Oktan I : (x+, y+, z+)
Oktan II : (x+, y-, z+)
Oktan III : (x-, y-, z+)
Oktan IV : (x-, y+, y+)
Oktan V : (x+, y+, z-)
Oktan VI : (x+, y-, z-)
Oktan VII : (x-, y+, z-)
Letak suatu titik ditentukan oleh
letak titik itu ke bidang-bidang koordinat yz, xz, dan xy serta arah positif
dan negatif. Oleh karena itu suatu titik tertentu oleh pasangan (tripel) tiga
bilangan, misalnya titik P(x, y, z). Pasangan pertama, yaitu x disebut
koordinat x atau absis. Pasangan
kedua, yaitu y disebut koordinat y ordinat
dan pasangan ketiga disebut koordinat z atau aplikat.
Contoh :
1. Gambarkan posisi titik A(2,4,1) pada sistem koordinat cartesius tiga dimensi
Langkah 1 : dari titik (0,0,0) geser titik A sebanyak sebanyak 2 satuan kearah sumbu x
positif
Langkah 2 : Kemudian geser titik A sebanyak 4 satuan kearah sumbu y positif
Langkah 3 : Geser titik A sebanyak 1 satuan kearah sumbu z positif
2. Gambarkan posisi titik-titik berikut dalam sebuah sistem koordinat cartesius tiga dimensi
A(1,0,-1), B(2,1,-2), C(-1,1,2), D(3,2,0), E(-4,2,3), F(0,-12), G(0,0,5), H(0,1,0), I(-6,0,0),
J(-5,-3,-1), (-2,-1,0)
3. Gambarkan sebuah balok yang salah satu titik sudutnya adalah titik A(-1,2,3); beberapa
bidang sisinya sejajar dengan bidang koordinat; dan titik potong diagonal ruang balok
tersebut berhimpit dengan titik asal.